Dari Member DQLab Jadi Data Analyst di Tokopedia, Yuk Simak …

  • Whatsapp

Hasil tidak pernah mengkhianati proses nampaknya adalah kalimat yang cocok disematkan pada Yunika Laurensia. Sebab, berkat kegigihan dan keseriusannya dalam mempelajari data science, kini ia telah berhasil menikmati jerih payahnya. Yunika yang mengawali dirinya sebagai member DQLab untuk bisa belajar data science secara mendalam, kini ia sukses berkarir sebagai data analyst di salah satu startup e-commerce, Tokopedia.

Read More

Yunika bergabung dengan DQLab pada saat ia duduk di bangku perkuliahan. Tak butuh waktu lama rupanya untuk bisa memahami persoalan data science. “Saat aku masih mahasiswa, aku fokus belajar tentang Python di DQLab. Kini, setelah 2 bulan lulus dari kuliah aku berhasil menjadi seorang Data Analyst di Tokopedia yang berfokus mendukung tim bisnis,” kata Yunika.

Kali ini kepada DQLab, Yunika ingin berbagi cerita hiruk pikuknya sebagai seorang data analyst. Mau tahu kisah lengkapnya? Simak sampai habis ya!

1. Keseharian Yunika sebagai Data Analyst

Sebagai data analyst, Yunika memegang tanggung jawab untuk mendukung tim bisnis melihat performa terkait campaign yang sedang dijalankan. Dalam hal ini dibutuhkan ketelitian dan ketenangan (tidak terburu-buru) untuk bisa mendapatkan analisa yang matang.

Untuk menunjang aktivitasnya, tools yang paling sering digunakan Yunika adalah SQL dan Microsoft Excel. Masing-masingnya memiliki fungsi yang berbeda, SQL digunakan untuk keperluan mengolah data, sedangkan Excel digunakan sebagai media untuk melakukan analisa dan membuat grafis yang akan dipresentasikan kepada tim bisnis.

Baca juga : Mulai Belajar Data Analyst SQL Bersama DQLab

2. Challenge sebagai Seorang Data Analyst Apa Sih?

Di setiap pekerjaan pasti memiliki rintangannya tersendiri, tak kecuali yang dialami oleh Yunika sebagai data analyst. Rintangan dan tantangan terbesar yang ia rasakan adalah memahami proses bisnis untuk memberikan analisa yang tepat. Di samping itu, pemahaman akan SDM dari tim bisnis juga menjadi salah satu kunci agar annalisa yang dilakukan dapat sesuai. “Business knowledge menjadi kompetensi yang harus dibangun bagi calon talenta data baik dari IT atau NON IT,” ujar Yulika.

3. Tips Lulus Kuliah Berkarir Menjadi Seorang Data Analyst versi Yunika

Meskipun kini Yunika sudah sukses berkarir, tapi Yunika tidak pelit ilmu lho. Yunika ingin berbagi tips-tips yang mungkin bisa kamu coba. Pertama, tingkatkan kepekaan rasa ingin tahumu, alias “kepo”. Dengan modal kepo, kamu akan menjadi data analyst yang baik ketika kamu selalu memiliki rasa ingin tahu. Kedua, humble untuk belajar semua tools. Tools sederhana seperti Microsoft Excel juga dapat dipergunakan untuk proses pengolahan data. Yang terakhir nih, menurut Yunika jangan pernah takut untuk salah. Sebab, dari kesalahan itulah kamu bisa menjadi data analyst yang lebih baik dan matang. 

Baca juga : Siapkan Diri sebagai Praktisi Data, Pahami Python Bersama DQLab secara GRATIS!

Sumber : DQLab

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.